Heavy Birthday

· 83 Views

Selain kedua orangtuaku, adikku dan sahabatku yang paling aku sayang, masih ada 1 orang lagi yang aku sayang. Dia adalah teman hatiku, namanya Aam. Dia yang selama ini menemaniku, selalu mendukungku dalam hal apapun dan selalu menjadi tempat keluh kesahku selain kedua orangtuaku.

Oh ya hari ini Senin, 3 April 2017 aku ulang tahun yang ke-17 😂😂😂. Itu tandanya jatah umurku didunia berkurang 1. Terimakasih Bapak Ibu, adik dan sahabatku untuk ucapan dan doanya. Aku sayang banget sama Bapak Ibu, Adik dan sahabatku. Tapi aku juga sebel karena teman hatiku nggak ngucapin, jangankan surprise kecil-kecilan, kado dan bunga, diucapin sama dia “selamat ulang tahun” aja udah untung. Dia inget hari ini aku ulang tahun aja aku udah senang, entah ya aku heran sama dia jadi orang nggak peka banget. Awalnya doang manis, lama kelamaan kok jadi hambar. Udah bisa ditebak kalau aku bilang, “ah ulang tahun lagi, pasti nothing deh. Nothing special.” Pasti jawaban dia, “yaudah sana cari aja yang special.”

Tahun pertama ngucapin via sosial media, ya di facebook, di Messanger, di HangOut, di Twitter, segala macam sosial media ada ucapan ulang tahun dari dia untukku, isi ucapannya juga lengkap dari A-Z. “Oh ya, kamu mau kado apa?.” Aku bilang, nggak usah. Kalau menurutku, kado itu ya inisiatif dia mau kasih hadiah apa buat aku, bukannya malah nanya terus apa yang aku mau dan aku pengen itu jadi kado. Kado itu ya pilihan dia, mau nggak mau, suka nggak suka ya harus tetap aku terima. Itu yang namanya kado. Ditahun pertama masih anget-angetnya, kami dimabuk kepayang serasa dunia cuma milik kita berdua, semuanya baik-baik aja. Kemana-mana selalu bersama.

Tahun kedua ulang tahunku, masih sama seperti tahun pertama. Cuma bedanya ditahun kedua ucapannya nggak disemua social media ada. Cuma lewat Messenger aja, aku masih berbunga-bunga dan selalu dibuat bahagia.

Tahun ketiga ulang tahunku, masih sama seperti tahun kedua ngucapin via Messenger. Cuma ditahun ketiga ini sudah mulai ada tanda-tanda menyebalkan. Ya mungkin bener apa yang dibilang orang, tahun ketiga itu cobaanya besar dan rawan godaan. Dia cuma chatt, “ultah yang?” udah gitu doang, ngeselin banget nggak sih tapi apa mau dikata.

Tahun ke empat ulang tahunku, kali ini anti mainstream. Dia bahkan nggak ngucapin sama sekali, ngeselin, padahal ekspetasinya dikasih kejutan kecil, kue tart, bunga dan kado unik. Ya namanya wanita kadang juga pengen diromantisin sama pasangannya. Tapi realitanya, aku seharian aku cuma bengong buat nungguin ucapan dari dia. Dikode pun tetap nggak mempan, hahaha. Konyol banget, dia malah bilang begini, “kado buat aku mana? Kan kamu ulang tahun hari ini.” rasanya kayak kesamber petir disiang bolong, sumpah ya ini orang ngeselin banget, udah dikode nggak pernah peka, cuek banget, ngeselin. Dan udah bisa ditebak kalau aku bilang sama dia, “dasar nggak peka dan nggak romantis.” Dia pasti jawab, “yaudah sana cari aja yang peka dan romantis.” Ya memang sih, lain dulu lain sekarang. Harus sabar yang ekstra aja sih kalau sama dia.

Nah ini nih, tahun kelima. Karena aku udah kebal sama dia, dan udah bisa ditebak bakalan kayak apa kalau aku ulang tahun. Jadi aku nggak berharap ada surprise kecil, bunga, dan kado. Dia inget hari ini aku ulang tahun aja udah senang, ya ulang tahun itu bukan perkara kado, kejutan, dan makan malam romantis. Dengan bertambahnya usia banyak harapan untuk aku kedepannya biar lebih baik, semoga aku bisa lebih dewasa lagi, harus lebih sabar, dimudahkan dan dilancarkan rizkinya dan urusan dalam segala hal. Dan semoga kamu cepat menghalalkanku ya, Aamiin. Nggak ada kado istimewa, setiap hari bisa ketemu dia, luangkan waktu sama-sama juga udah istimewa dan buatku bahagia.

Bertahun-tahun aku sama dia, sifat aslinya keluar semua. Emang dasar dia orangnya cuek, nggak peka, dan nggak romantis. Mau di gimanain juga emang begitu orangnya, cuma ya waktu awal-awal dia sok romantis. Tapi aku senang karena dia mau coba dan berusaha biar jadi kayak superman, yang selalu ada saat aku butuh, selalu care denganku, hujan badai pun rela dilalui demi jemput aku.

Bisa dibilang kita itu aneh, kalau berantem juga paling karena aku yang ditanya, “mau makan dimana?” jawabanku, “terserah.” Terus ribut kecil dan akhirnya nggak jadi makan, atau kadang meributkan chat dari teman wanita dia yang spele, karena aku orangnya cemburuan. Biarpun begitu dia suka ajak touring, kemana pun dan aku selalu mengabadikan momen saat dengan dia, entah itu foto atau video. Oh ya, ini foto saat ada di Pangandaran.

Dibalik sikap dia yang menyebalkan, nggak peka dan nggak romantis tapi dia orangnya sabar banget dengan sikapku yang terkadang rewel dan menjengkelkan, selain teman hati dia juga bisa jadi sahabat, dan kakak buatku, tempat keluh kesahku selain kedua orangtuaku dan sahabatku. Aku sangat sayang dengannya, aku ingin memberikannya hadiah sabun dan peralatan mandi, supaya dia rajin mandi. Karena dia orangnya malas mandi. Biar kata dia malas mandi tapi aku juga tetap sayang dengannya. Dia juga orang yang paling berarti dalam hidupku selain kedua orangtuaku dan adikku.

Dan video ini diambil saat perjalanan pulang dari Pangandaran, sepanjang perjalanan hujan. Sebelum akhirnya single touring melewati jalanan yang gelap nggak ada gemerlap lampu kota, mendaki gunung lewati lembah, dimana jalannya banyak yang berlobang. Benar-benar perjalanan yang nggak akan pernah terlupakan, perjalanan yang menegangkan, melelahkan tapi menyenangkan. Terimakasih untuk semua waktumu, terimakasih telah setia denganku dan menemaniku sampai saat ini.

Dini · , · 83 Views

  1. author

    mobinity5 months ago

    Cocok gan !!!!

    Reply
  2. author

    dimas5 months ago

    uh.. romantisnya… jadi pengen…

    Reply

Leave a Reply